Sebaran AKKM
Jumlah AKKM yang sudah terverifikasi
Jumlah Data Potensi yang sudah terverifikasi
Jumlah Pemangku yang sudah terverifikasi
Luas AKKM (Ha) yang sudah terverifikasi
Luas Data Potensi (Ha) yang sudah terverifikasi
Jumlah Kontributor terintegrasi
Sebaran Potensi dan Registrasi AKKM per-Region
Potensi AKKM per Region
Potensi AKKM terbesar teridentifikasi berada di Region Papua, seluas 11,67 juta hektar.
Registrasi Nasional AKKM per Region
Registrasi AKKM terbesar berada di Region Kalimantan dengan luas 671.323,60 hektar.
Registrasi Nasional AKKM per Komunitas Pemangku
Registrasi Nasional AKKM tersebar di 192 Komunitas Pemangku, terdiri dari 169 Masyarakat Adat dan 23 Komunitas Lokal.
AKKM Sebagai Ekosistem Penting Bagi Pemanfaatan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
AKKM memiliki keragaman tipe ekosistem yang salik terhubung, dimana Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal memiliki peranan penting untuk mempertahankan fungsi dan keberlanjutan ekosistem melalui praktik kearifan lokal dan tata kelola lokal.
Tingginya keragaman spesies mengindikasikan keseimbangan keanekaragaman hayati pada kehidupan liar, variasi vegetasi dan dapat dijadikan sebagai indikator kualitas lingkungan.
Hal ini semakin membuktikan bahwa praktik pengetahuan tradisional yang dilakukan oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal jauh lebih efektif dalam mempertahankan keanekaragaman hayati yang tersisa dan dapat berkontribusi untuk mencapai target nasional maupun global.
Tipe Ekosistem
AKKM memliki keragaman tipe ekosistem yang saling terhubung, dimana Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal memiliki peranan penting untuk mempertahankan fungsi dan keberlanjutan ekosistem melalui praktik kearifan lokal dan tata kelola lokal.
Indeks Keragaman Ekosistem dalam AKKM
Persentase merupakan proporsi terhadap luas AKKM dan potensi AKKM pada bentang ekologi masing-masing
AKKM mencakup beragam tipe ekosistem yang saling terhubung dalam satu bentang ruang hidup.
Total Spesies
Status IUCN
Ekosistem Penting
Nilai presentase dihitung terhadap luas total AKKM teregistrasi dan potensi berdasarkan Ekosistem Penting.
Dari total luas registrasi dan potensi, AKKM merupakan ekosistem penting mencakup Key Biodiversity Areas, kawasan karst, rawa gambut, hutan, savanna, lamun, terumbu karang, mangrove, dan danau.
Pengetahuan Tradisional Dalam Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal
Pemanfaatan Tumbuhan oleh Masyarakat berdasarkan Pengetahuan Tradisional
Keragaman pemanfaatan tumbuhan menunjukkan bahwa pengetahuan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal merupakan fondasi pengelolaan kehati pengembangan bioprospeksi, serta inovasi berbasis keanekaragaman hayati.
Namun, perlindungan hak, pengakuan atas pengetahuan tradisional, serta pembagian manfaat yang adil bagi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal sebagai pemangku pengetahuan perlu didahulukan sebelum pemanfaatan keanekaragaman hayati dikembangkan lebih jauh di masa depan.
Sumber:
- Dokumentasi AKKM - WGII
- Pemetaan partisipatif wilayah adat
- Global Biodiversity Information Facility yang disandingkan dengan studi literatur
Tumpang Tindih AKKM Dengan Kawasan Hutan
Pengakuan terhadap praktik AKKM dapat disesuaikan dengan berbagai skema kebijakan yang tersedia yang didasarkan pada status kawasan. Umumnya praktik AKKM yang terdokumentasi adalah praktik turun temurun yang telah dilakukan ratusan tahun. Dalam dokumen IUCN Recognising territories and areas conserved by Indigenous Peoples and Local Communities (ICCAs) overlapped by
protected areas (2024), dijelaskan berbagai skema pengakuan dan perlindungan AKKM dengan berbagai kondisi tenurial yang ada.
Potensi AKKM
AKKM Registrasi
Persentase Tumpang Tindih Potensi AKKM dengan Kawasan Hutan
Persentase Tumpang Tindih AKKM Registrasi dengan Kawasan Hutan
Peta Tumpang Tindih AKKM Dengan Perizinan
Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah yang dikelola dan dilindungi oleh Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal masih berada dalam ancaman perampasan tanah, kriminalisasi, dan pengusiran akibat aktivitas investasi berbasis lahan.