Search
Search across the site
Siaran Pers Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta, 2 September 2026
Kamis, 3 Sep 2026
Berita

Siaran Pers Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta, 2 September 2026

PCS 2026 melahirkan “Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia” sebagai manifesto gerakan konservasi berbasis rakyat, yang menegaskan pentingnya pengakuan hak, pengetahuan, dan peran Masyarakat Adat serta Komunitas Lokal dalam menentukan arah konservasi Indonesia.

Siaran Pers Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta, 2 September 2026
Kamis, 3 Sep 2026
Berita

Siaran Pers Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta, 2 September 2026

PCS 2026 melahirkan “Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia” sebagai manifesto gerakan konservasi berbasis rakyat, yang menegaskan pentingnya pengakuan hak, pengetahuan, dan peran Masyarakat Adat serta Komunitas Lokal dalam menentukan arah konservasi Indonesia.
Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia”
Selasa, 1 Sep 2026
Berita

Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia”

Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026 mendorong perubahan cara pandang konservasi Indonesia agar lebih berpihak pada masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai subjek utama konservasi, pemilik pengetahuan, serta penjaga keanekaragaman hayati di wilayah kehidupannya
Siaran Pers: Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia "Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi"
Senin, 31 Agt 2026
Berita

Siaran Pers: Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia "Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi"

Konservasi bukanlah hal baru bagi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal. Hutan, sungai, ruang pangan, dan wilayah kehidupan telah dikelola melalui aturan, tradisi, pengetahuan, serta praktik yang berakar pada filosofi hidup masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa konservasi telah lama hidup dan dijalankan oleh masyarakat.
Siaran Pers: Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, Dialog Publik “Konservasi Rakyat untuk Indonesia: Membangun Paradigma Tata Kelola Keanekaragaman Hayati yang Berkeadilan”
Senin, 31 Agt 2026
Berita

Siaran Pers: Peoples’ Conservation Summit 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, Dialog Publik “Konservasi Rakyat untuk Indonesia: Membangun Paradigma Tata Kelola Keanekaragaman Hayati yang Berkeadilan”

Konservasi kerap dibayangkan sebagai upaya melindungi flora, fauna, dan kawasan yang steril dari campur tangan manusia. Wilayah konservasi diimajinasikan sebagai ruang kosong, bahkan harus kosong dari manusia.

Artikel dan Kertas Fakta

Menguji Komitmen Indonesia terhadap IBSAP di Tengah Hilirisasi Mineral
Rabu, 12 Agt 2026
Artikel dan Kertas Fakta

Menguji Komitmen Indonesia terhadap IBSAP di Tengah Hilirisasi Mineral

Hilirisasi mineral menjadi ujian penting bagi komitmen Indonesia terhadap IBSAP, terutama dalam memastikan perlindungan keanekaragaman hayati berjalan selaras dengan pembangunan serta penghormatan terhadap hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
Indonesian Local Biodiversity Outlook: Laporan Pelengkap Implementasi Target Keanekaragaman Hayati Global
Minggu, 28 Jun 2026
Artikel dan Kertas Fakta

Indonesian Local Biodiversity Outlook: Laporan Pelengkap Implementasi Target Keanekaragaman Hayati Global

Perempuan Adat Menua Kedungkang menenun kain tradisional sebagai salah satu praktik pengetahuan lokal Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sumber: FWI, 2025.
Sebuah Trilema: Penetapan Taman Nasional Meratus dari Perspektif Keadilan Hak Asasi Manusia, Moralitas, dan Etika
Selasa, 31 Mar 2026
Artikel dan Kertas Fakta

Sebuah Trilema: Penetapan Taman Nasional Meratus dari Perspektif Keadilan Hak Asasi Manusia, Moralitas, dan Etika

Masyarakat Adat dan kelompok masyarakat sipil menggelar aksi menentang penetapan Pegunungan Meratus sebagai taman nasional, serta menyerukan perlindungan hak-hak adat, wilayah leluhur, dan mata pencaharian masyarakat setempat. Sumber: WGII, 2025.
Tutur Pasir Eurih: Mempelajari Ulang “Konservasi”
Minggu, 21 Sep 2025
Artikel dan Kertas Fakta

Tutur Pasir Eurih: Mempelajari Ulang “Konservasi”

Potret kehidupan Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di tengah hamparan sawah, yang menjadi salah satu sumber pangan utama mereka di Banten. Sumber: Faizal Aziz, WGII 2025.

Publikasi dan Analisis

Memperkuat Regulasi Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Memperkuat Regulasi Perlindungan dan Pemajuan Kearifan Lokal dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Kearifan lokal merupakan praktik hidup masyarakat yang terbukti menjaga keseimbangan ekologi dan keberlanjutan sumber daya alam.
Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah
Senin, 1 Jun 2026
Catatan Teknis

Kertas Rekomendasi Untuk Pembentukan Kelembagaan Forum Multi-Pihak untuk Penyusunan dan Implementasi Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah

Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan (RIP) Keanekaragaman Hayati Daerah merupakan agenda strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) di tingkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional.
Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026
Kamis, 21 Mei 2026
Infografis Status AKKM

Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2026

Hingga Mei 2026, total luas Registrasi Nasional AKKM mencapai 1.010.430,68 hektar dengan sebaran 527 titik AKKM yang diampu oleh 192 Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal.
Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2025
Rabu, 21 Mei 2025
Infografis Status AKKM

Registrasi Areal Konservasi Kelola Masyarakat - Edisi Mei 2025

Hingga Mei 2025, total luas Registrasi Nasional ICCAs mencapai 647.457,49 hektar tersebar di 293 wilayah komunitas adat dan lokal.
Newsletter Icon

Bergabung dengan
Buletin Kami

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan pembaruan terbaru, berita, acara, dan aktivitas komunitas langsung ke kotak masuk Anda.

Kami menghargai privasi Anda, email Anda aman bersama kami.

Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Virtual Capacity Building UNCBD COP16 Day 1 - Part 1 | WGII Play Button
Selasa, 30 Jun 2026
Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Virtual Capacity Building UNCBD COP16 Day 1 - Part 1 | WGII

The meeting was a joint collaboration workshop between the Icca consortium and friends of the Icc, focusing on the Convention on Biological Diversity (CBD) and its implementation. The participants
Virtual Capacity Building UNCBD COP16 Day 1 - Part 2 | WGII Play Button
Selasa, 30 Jun 2026
Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Virtual Capacity Building UNCBD COP16 Day 1 - Part 2 | WGII

The meeting was a joint collaboration workshop between the ICAA consortium and friends of the Icc, focusing on the Convention on Biological Diversity (CBD) and its implementation. The participants
Sidang Perkara Nomor 132/PUU-XXII/2024. Jum'at, 2 Mei 2025. Play Button
Selasa, 30 Jun 2026
Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Sidang Perkara Nomor 132/PUU-XXII/2024. Jum'at, 2 Mei 2025.

Mendengar Keterangan Saksi dan Ahli Pemohon Pengujian Formil Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Sidang Perkara Nomor 132 PUU XXII 2024  Selasa, 6 Mei 2025 Play Button
Selasa, 30 Jun 2026
Pusat Belajar Konservasi Rakyat

Sidang Perkara Nomor 132 PUU XXII 2024 Selasa, 6 Mei 2025

Mendengar Keterangan DPD, serta Ahli dan Saksi Presiden Pengujian Formil Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam